Senin, 26 Mei 2014

Yang Benar-Benar Palestina Butuhkan

Ditulis oleh Bang Yusuf

Abang mendapatkan kisah indah dari Palestina. Kisah yang dialami oleh relawan Indonesia di sana. Kisah ini abang dapatkan dari MediaIslamia.

Berikut cuplikan beritanya.

Mobil Rumah Sakit (RS) Indonesia memiliki gambar bendera Indonesia. Hal itu membuat kepolisian di Gaza sangat mengenal bahwa itu mobil para relawan asal Indonesia yang sedang membangun sebuah rumah sakit untuk rakyat Palestina. 
rumah sakit yang membawa para relawan sering dicegat dan diberhentikan oleh polisi Gaza.
Polisi Gaza tidak memiliki maksud mencurigai apa lagi mencoba menggeledah para relawan. Namun apa kata mereka?
“Kami memberhentikan kalian bukan untuk apa-apa, kami hanya ingin bersalaman dengan Anda,” kata polisi Gaza yang begitu menghormati para relawan.
Syuhada (nama narasumber ---by) mengisahkan, pada suatu Jumat, dirinya bersama Samsuddin dan Suyitno berniat shalat di sebuah masjid yang tidak terlalu jauh. Tapi mereka keluar dengan waktu yang masih lama. Akhirnya mereka memutuskan mengambil jalan yang lebih jauh memutar dengan melalui perkebunan warga.
Ketika mereka bertiga sedang berjalan di jalan yang diapit kebun strawberi dan jeruk, sebuah mobil warga berlalu dari belakang dan melalui mereka.
Setelah sekitar ratusan meter berlalu jauh ke depan, tiba-tiba mobil tersebut berhenti dan berjalan mundur ke arah ketiga relawan. Ketiga relawan menjadi heran.
“Dari mana Anda?” tanya pemilik mobil ketika bertemu dengan para relawan.
“Indonesia,” jawab relawan.
Jawaban itu membuat warga Gaza sangat gembira, sehingga para relawan dipaksa ikut naik ke mobilnya. Para relawan sempat menolak dengan alasan mereka mau ke masjid. Namun warga Gaza tetap memaksa.
Relawan akhirnya ikut. Mereka dibawa memutari kebun jeruk dan tiba di gubuk kebunnya. Ketiga relawan dihidangkan buah strawberi dan jeruk satu baskom. Mereka pun dengan akrab berbincang-bincang.
Berita Selengkapnya → 
Indah bukan? Begitulah penghargaan warga Palestina pada relawan asal Negara kita.

Pengalaman yang sama juga sempat dialami oleh Ayah abang.

Beberapa tahun yang lalu Ayah abang, dr. H. Adang Sudrajat. MM. pergi ke Palestina bersama rombongan relawan yang semuanya dokter.

Beliau menceritakan pengalaman yang nyaris sama. Dokter-dokter Indonesia kerap mendapatkan penghormatan dari warga Palestina. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa selalu berkerumun untuk menyalami para dokter asal Indonesia ---hanya saja Ayah tidak mengalaminya karena wajah yang mirip dengan orang Arab---.
Ayah juga bercerita bahwa salah seorang warga di sana mengatakan kalimat yang kira-kira berbunyi seperti ini, “Kami tidak perlu bantuan berupa mujahidin untuk terlibat dalam perang fisik. Itu adalah amalan kami warga Palestina. Muslimin Indonesia cukup kirimkan kami bantuan berupa pangan dan obat-obatan saja. Kami lebih membutuhkan itu.”
Tanpa bermaksud menghancurkan semangat mereka yang berniat berjuang secara fisik ke Palestina, abang dengan sepenuh hati mengajak kaum muslimin Indonesia untuk menyisihkan sebagian penghasilan mereka bukan hanya untuk pembangunan masjid ataupun pemberantasan kemiskinan di Indonesia.

Tapi tolong… Cobalah untuk menaruh perhatian lebih bagi saudara kita yang sedang mengamalkan Bab Hukum Peperangan yang tertulis dalam Al-Qur’an dan Hadits.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar